Sabtu, 15 November 2014

Manajemen Memori



Manajemen memori adalah kegiatan mengelola memori komputer, mengalokasikan memori untuk proses sesuai keinginan kita, menjaga alokasi ruang memori bagi proses sehingga memori dapat menampung banyak proses dan sebagai upaya agar pemogram atau proses tidak dibatasi kapasitas memori fisik di sistem komputer.
Fungsi manajemen memori antara lain :
1.      Mengelola informasi memori yang dipakai dan tidak dipakai.
2.      Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
3.      Mendealokasikan memori dari proses yang telah selesai.
4.      Mengelola swapping antara memori utama dan disk.
Manajemen Memori dibedakan menjadi dua :
1.      Manajemen Memori dengan swapping : manajemen memori dengan pemindahan proses antara memori utama dan disk selama eksekusi.
2.      Manajemen Memori tanpa swapping : manajemen memori tanpa pemindahan proses antara memori utama dan disk selama eksekusi.
            Kondisi tanpa swapping,  bisa dikondisikan sebagai berikut :
a.       Monoprogramming : sistem komputer hanya mengijinkan satu program/pemakai berjalan pada satu waktu.
b.      Multiprogramming dengan pemartisian statis : memori dibagi menjadi beberapa jumlah partisi tetap.

A.    PENUKARAN DAN ALOKASI MEMORI
a.       Penukaran : sebuah proses yang berada di dalam memori dapat ditukar sementara keluar memori ke sebuah penyimpanan sementara, dan kemudian dibawa masuk lagi ke memori untuk melanjutkan pengeksekusian.
b.      Alokasi Memori : sebuah fungsi fasilitas untuk memesan tempat secara berurutan. Alamat memori diberikan kepada proses secara berurutan dari kecil ke besar untuk tipe data dinamis (pointer)
Jenis Alokasi Memori antara lain:
1.      Single Partition Allocation / Sistem Partisi Tunggal
2.      Multiple Partition Allocation / Sistem Partisi Banyak

sumber : http://wulantampongangoy.blogspot.com/2012/05/manajemen-memori-sistem-operasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar